Sabtu, 07 Desember 2013

Memahami Permasalahan Kesehatan Gizi Pada Balita

Memahami Permasalahan Kesehatan Gizi Pada Balita



Pada umumnya dikelompok usia balita anak akan mengalami masalah makan, kesukaan khusus terhadap makanan tertentu merupakan hal yang biasa terjadi secara periodik. Nafsu makan anak tidak menentu dan tidak bisa diduga.


Gizi Pada Balita

Maka dari itu setiap orangtua perlu Memahami Permasalahan Kesehatan Gizi Pada Balita yang sering timbul pada anak usia 1-5 tahun atau balita diantaranya adalah:
  1. Penolakan terhadap makan,anak sulit makan,hanya sedikit makanan yang dimakan atau memilih-milih makanan, belum lagi makanan yang dikemut, susah/rewel saat makan dan minta makanan yang sama setiap makan sehingga kebutuhan gizi tidak memenuhi gizi seimbang.
  2. Terlalu sering makan cemilan diantara waktu makan utama dapat mengurangi nafsu makan, perlu pengaturan jadwal makanan lengkap dan selingan secara teratur dengan menjaga jarak makan antara keduanya.
  3. Mengkonsumsi jus buah/makanan snack terlalu sering/terlalu tinggi
  4. Sering mengkonsumsi cemilan kue antara lain: biskuit, kue, permen yang terlalu sering dan yang mengandung manis.

Kekurangan dan kelebihan kesehatan gizi pada balita sama-sama dapat berdampak negatif. Kekurangan kesehatan gizi pada balita berhubungan erat dengan keterlambatan pertumbuhan tubuh, daya tahan tubuh yang rendah sehingga mudah sakit (terutama penyakit infeksi), dan menurunnya tingkat kecerdasan serta gangguan mental.
Sebaliknya kelebihan kesehatan gizi pada balita yang ditandai dengan berat badan berlebih dan kegemukan berisiko terkena penyakit-penyakit kronis-degreneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan jenis kanker tertentu. Kedua masalah tersebut menurunkan kualitas sumber daya manusia.Oleh sebab itu pembangunan dibidang kesehatan gizi merupakan investasi pembangunan bangsa.

Penanganan secara khusus perlu dilakukan pada balita yang mempunyai masalah gizi dalam bentuk memperbaiki kebiasaan pola makan dengan gizi seimbang. Yaitu solusinya yang dapat dilakukan adalah setiap orang tua memberi contoh dengan mengajak makan bersama keluarga, memper-kenalkan makanan secara bertahap terus mencoba makanan yang baru dan tetap tenang apabila balita menolak makan.

Pastikan anak cukup makan untuk memenuhi kebutuhan gizinya, perhatikan jenis, jumlah dan jadwal makan. Apabila diperlukan anak yang berisiko memerlukan suplemen gizi. Perlu informasi jelas apa saja isi suplemen tersebut dan indikasi pembe-riannya. Tentunya memerlukan pengawasan dalam bentuk selektif membaca label suplemen dan dosis pemberiannya.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes